Takeaway from “Double your Income with Digital Marketing” by Denny Santoso

Minggu yang produktif adalah ketika anda menghadiri sebuah acara yang memberikan manfaat untuk perkembangan diri anda, salah satunya adalah seminar digital marketing Denny Santoso. Berikut insight / takeaway dari seminar yang bertemakan “Double your income with Digital Marketing” tersebut.

business talk digital marketing denny santoso

Tren Digital Marketing

Era digital yang sudah semakin berkembang ini membuat kebanyakan bisnis konvensional harus beralih ke digital atau ketinggalan dan makin menurun. Apa itu digital marketing? Walaupun istilah digital marketing ini sudah semakin ngetren dalam dunia bisnis saat ini, namun ternyata masih banyak juga orang yang belum mengenal arti digital marketing, terutama yang berasal dari generasi X dan di atasnya. Bahkan tidak sedikit yang shock, termasuk pengusaha, ketika mendengar ada workshop digital marketing dengan biaya Rp 12 juta untuk 2 hari. Pada dasarnya, digital marketing adalah melakukan marketing dari produk atau jasa anda menggunakan media / teknologi digital, terutama internet.

Mengapa digital marketing menjadi penting dalam bisnis anda?

Untuk saat ini, pengguna internet kebanyakan didominasi oleh generasi Y dan Z. Bisnis-bisnis konvensional yang pasarnya adalah para generasi Y dan Z ini sudah tentu harus masuk ke ranah digital. Lalu bagaimana dengan bisnis yang target pasarnya adalah orang generasi X dan Baby boomers? Bisnis konvensional seperti itu tentu masih bisa bertahan saat ini, namun beberapa tahun ke depan, ketika sudah tidak ada lagi generasi baby boomers yang melakukan transaksi bisnis dan semakin sedikitnya generasi X yang mengambil keputusan untuk sebuah transaksi, maka hampir semua bisnis akan memiliki target market yang menghabiskan berjam-jam di internet. Ini berarti, jika bisnis anda tidak bisa ditemukan di internet, maka tentunya para pengguna internet akan beralih ke bisnis yang sering mereka lihat dan ingat ketika mereka sedang surfing di internet.

Maka dari itu, komunitas Buddhis Fellowship Indonesia pada 22 Juli kemarin mengadakan business talk dengan tema “double your income with digital marketing” yang dibawakan oleh Denny Santoso. Beliau bisa dikatakan mentor digital marketing nomor 1 di Indonesia. Seminggu sebelumnya, Denny baru mengadakan sebuah workshop digital marketing premium terbesar di Indonesia yang dihadiri 300-an peserta. Ya, workshop DM Elite inilah yang bernilai Rp 12 juta selama 2 hari, dengan tema “10x your business with digital merketing.” Mahal atau murah? Tergantung dari kacamata mana anda menilainya. Workshop tersebut sudah merupakan batch yang ke-20, dengan batch-I dimulai pada tahun 2015.

Pelajaran (Takeaway) dari Business Talk oleh Denny Santoso

Let’s get back to business talk yang diadakan BFI kemarin. Acara ini free, tumben banget deh bisa mendengar seminarnya ko Denny secara gratis. Walaupun yang dibahas mungkin hanya kulit luarnya doank, tapi berasa banget nambah ilmu dan energinya. Ini pertama kalinya saya bertemu langsung dengan ko Denny, yang biasanya hanya menonton dari vlog dan ig stories.

denny santoso

Pelajaran penting pertama adalah tentang mindset. Mindset kaya pada dasarnya berbeda dengan mindset miskin. Jika anda ingin mengubah hidup anda, maka terlebih dahulu harus mengubah mindset anda. Banyak sekali orang yang merasa enaknya dunia para miliuner yang mempunyai uang yang sangat banyak, tidak terikat jam kantor, dan dapat menikmati hidup dengan bebas. Banyak orang yang saat ini masih kerja kantoran tetapi tidak menikmati pekerjaannya, bergaji kecil, dan mendambakan hidup miliuner yang bebas, ibarat sedang berada di dalam penjara. Namun ironisnya, rata-rata orang lebih nyaman hidup demikian dibandingkan harus keluar dan memulai petualangan untuk mendapatkan kebebasan yang didambakan. Alhasil, banyak yang tetap stay di tempat dan tidak bergerak maju.

Di dalam penjara, si A bertanya kepada si B yang sudah diluar penjara bagaimana cara keluar dari penjara tersebut. si A diberikan kuncinya untuk keluar, tetapi kemudian bertanya lagi kepada si B bagaimana cara menggunakan kuncinya. Si B memberitahukan si A untuk memasukkan kunci tersebut ke lubang kuncinya saja. Si A masukkan kunci tersebut dan kemudian bertanya lagi apa selanjutnya. Well, si B kemudian memberitahukan si A lagi bahwa dirinya hanya perlu memutarkan kunci tersebut dan membuka pintunya. Si A lakukan demikian, pintu terbuka, dan si A mengintip keluar. Ternyata si A tidak berani keluar karena takut dengan segala macam risiko yang mungkin terjadi di luar sana. Si A lebih nyaman di dalam dengan dibekali makan secukupnya. Akhirnya si A menutup pintu tersebut dan memilih untuk tinggal di dalam.

Membangun Disneyland

Konsep yang diajarkan Denny bukan melulu bagaimana menggunakan FB Ads, SEO, Adwords, dan sebagainya. Namun, lebih ke konsep bisnis yang bisa di scale secara digital itu sendiri. Ketika anda mengunjungi Disneyland, selain harus membayar tiket masuk, didalamnya anda akan mengeluarkan banyak uang lagi untuk membeli makanan, snack, souvernir, dan sebagainya. Namun, anda tetap keluar dengan hati gembira walaupun sudah diperas oleh berbagai macam pengeluaran yang mungkin anda sadari bahwa itu mahal.

Nah, itulah konsep bisnis ala Disneyland yang diajari oleh Denny – bagaimana anda membangun value ladder dimana customer anda bukan hanya membeli sebuah produk, tetapi upsell demi upsell di dalam prosesnya yang tetap membuat customer tersebut mendapatkan manfaat dari semua hal yang dibelinya. Pertama, anda menggiring seorang prospek untuk produk pertama anda dengan digital marketing. Kemudian di dalam prosesnya, dia akan membeli lagi produk yang lain yang lebih mahal karena telah merasakan manfaat dari produk pertama anda, dan seterusnya.

Ini dicontohkan dalam bisnis Denny Santoso sendiri yaitu digitalmarketer.id. Pada tangga petama, orang masuk ke produk yang lebih murah dulu seperti talkshow singkat senilai beberapa ratus ribu, kemudian bergabung dengan DM Labs (membership bulanan) di tangga selanjutnya, naik lagi ke DM Elites yang bernilai belasan juta di tangga yang lebih advance, dan saat ini tangga tertingginya adalah Mastermind yang bernilai USD 5000. Itulah contoh bisnis yang bisa di-scale.

Kesalahan utama yang menyebabkan anda boncos dalam menggunakan iklan berbayar (seperti FB Ads, Adwords, dsb) yang saat ini semakin mahal adalah margin produk anda yang tipis dan hanya berhenti menjual 1 produk tersebut saja. Sedangkan, jika bisnis anda dapat menggiring customer secara berkesinambungan menaiki value ladder tersebut, maka biaya iklan tersebut akan menjadi sangat murah.

Build, Automate, Scale

3 Tahapan utama yang diajarkan oleh Denny Santoso dalam workshopnya adalah : Build, Automate, Scale.

Banyak orang juga melakukan kesalahan untuk langsung men-scale produknya dengan berbagai iklan berbayar tanpa mematangkan konsep bisnisnya terlebih dahulu, yang berakibat boncos seperti yang dijelaskan di atas. Oleh karena itu, Denny mengajarkan untuk membangun (Build) model bisnis yang scalable terlebih dahulu. Kemudian, diautomasikan sistemnya, barulah di scale.

Di dalam sebuah bisnis juga umumnya diperlukan seorang messenger, yaitu orang yang berperan menyampaikan value dan bertindak sebagai komunikator untuk branding bisnis anda, ibarat seseorang yang merupakan sosok / representative dari bisnis anda. Akan lebih baik jika business owner dapat menjadi messengernya langsung. Steve Jobs adalah messenger dari Apple, Jack Ma adalah messenger dari Alibaba, begitu juga Denny Santoso adalah messenger dari bisnis bisnis digitalmarketer.id-nya.

Produk / jasa yang tepat juga adalah produk / jasa yang menawarkan peluang baru (New opportunity) yaitu menggantikan sesuatu yang sudah ada tetapi tidak berjalan dengan baik dan bisnis yang memberikan harapan baru (New Hope) kepada target marketnya. Artinya, anda dapat membuat calon customer anda merasa bahwa anda menawarkan sesuatu yang membuat mereka ingin beralih kepada anda karena adanya opportunity baru dan harapan baru yang disediakan oleh produk / jasa anda.

Niche -> Sub Niche -> Micro Niche

Mainlah ke micro niche, yaitu bagian yang lebih kecil dari sub niche. Contoh untuk niche fashion, sub niche wanita, maka micro niche nya bisa jadi wanita yang pakaiannya berukuran XXXL ke atas. Dengan menjadi spesialisasi, maka produk dan jasa anda akan dihargai lebih tinggi. Dokter spesialis aja jauh lebih mahal daripada dokter umum.

Setelah target market anda diidentifikasi, dan produk / jasa anda dapat memberikan sesuatu yang membawa New Opportunity dan New Hope, anda harus membangun model bisnis yang berkesinambungan layaknya membangun Disney Land. Anda dapat menawarkan sebuah produk yang relevan dengan micro niche market anda yang harganya lebih murah dulu di depan untuk membuat calon customer anda aware. Jika mereka telah merasakan manfaat dari produk / jasa yang mereka beli, maka anda dapat menggiring mereka untuk menaiki tangga selanjutnya yaitu untuk menawarkan core product / produk inti anda. Setelah itu, mungkin anda dapat menawarkan lagi produk / jasa yang nilainya lebih tinggi sebagai profit maximizer, yang tentunya memberikan manfaat yang lebih besar lagi. Jadi, anda membangun customer journey untuk menaiki value ladder yang anda bangun.

Setelah semuanya berjalan, terakhir barulah di-scale lebih besar dalam mendatangkan traffic ke penawaran pertama anda (murah / gratis untuk membangun awareness). Di sini, barulah anda membeli traffic seperti beriklan di FB Ads, dan sebagainya.

Well, sekian rangkuman pelajaran yang diperoleh dari seminar Denny Santoso, “Double your profit with Digital Marketing.”

Semoga bermanfaat! Cheers to Good and Rich Life!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.