Intisari Buku Rich Dad Poor Dad – Robert Kiyosaki (Pelajaran Penting dari Ayah Kaya untuk menjadi Kaya)

Jika anda tidak terlahir atau termasuk dalam 1% keluarga kaya atau konglomerat dan anda ingin tahu cara untuk menjadi kaya, maka buku Rich Dad Poor Dad akan memberikan panduan cara kaya menuju kebebasan finansial. Buku ini adalah tentang apa yang diajarkan seorang ayah yang kaya raya kepada anaknya yang tidak diajarkan oleh seorang ayah miskin ataupun yang berasal dari kelas menengah.  Di dalam buku ini, Robert Kiyosaki membagikan dan secara langsung membandingkan ajaran kedua ayahnya, yaitu ayah kandungnya (yang disebutnya “poor dad” atau ayah miskin) dan ayah angkatnya (“rich dad” atau ayah kaya).

Buku legendaris ini sudah menjadi mentor dari ribuan para pengusaha muda terutama yang “self made billionaire” di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sehingga juga membawa pengarangnya yaitu Robert Kiyosaki mencapai kebebasan finansial dan pensiun muda. Namun karena kecintaannya pada bidang yang dijalaninya yaitu mengajarkan kecerdasan finansial, maka dirinya tetap membagikan ilmunya sampai saat ini.

Buku Rich Dad Poor Dad ini menceritakan tentang ajaran kedua ayahnya, yaitu ayah kandung yang mempunyai gelar PhD dan juga merupakan seorang pengajar yang terhormat di negara bagian Hawai, mempunyai penghasilan yang lumayan tetapi tetap harus berjuang untuk menyisihkannya setiap bulan, terutama untuk membayar tagihan-tagihan. Satunya lagi adalah ayah teman baiknya yang merupakan seorang drop out tetapi adalah salah satu multimiliuner terkaya di Hawai yang bebas secara finansial.

Robert Kiyosaki menemukan banyak sekali perbedaan prinsip ajaran dari kedua ayahnya ini tentang uang. Nyatanya, sistem pendidikan kita saat ini tidak mengajarkan tentang uang, tentang bagaimana menjadi melek finansial dan menjadi kaya. Jika anda terlahir dalam keluarga kaya raya, maka anda akan diajarkan oleh orang tua anda tentang cara mengelola uang. Namun, sebagian besar penduduk di dunia ini yang terlahir dalam keluarga kurang mampu sampai kelas menengah tidak diajarkan demikian, dan tidak ada bimbingan dalam pelajaran sekolah.

Berikut pelajaran yang dapat diambil atau intisari buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki.

Perbedaan Pandangan Ayah Kaya dan Ayah Miskin

Berikut adalah 10 perbedaan konsep mendasar antara apa yang diajarkan ayah kaya dan ayah miskin dalam buku Rich Dad Poor Dad.

  1. Ayah Miskin : Uang adalah akar dari kejahatan
    Ayah Kaya : Kekurangan uang adalah akar dari kejahatan
  2. Ayah Miskin : Belajarlah dengan baik dan carilah pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi setelah tamat
    Ayah Kaya : Milikilah sebuah perusahaan dan pekerjakanlah orang-orang pandai di dalamnya
  3. Ayah  Miskin : Menabunglah
    Ayah Kaya : Berinvestasilah
  4. Ayah Miskin : Saya tidak mampu membelinya.
    Ayah Kaya : Bagaimana caranya supaya saya mampu membelinya.
  5. Ayah Miskin : Bekerja untuk mencari uang
    Ayah Kaya : Buatlah uang bekerja untuk anda
  6. Ayah Miskin : Rumah saya adalah aset saya
    Ayah Kaya : Rumah saya adalah liabilitas / kewajiban
  7. Ayah Miskin : Bermain amanlah dengan uang, jangan ambil risiko
    Ayah Kaya : Kelolalah risiko dengan baik
  8. Ayah Miskin : Butuh lebih banyak uang untuk memecahkan masalah keuangan
    Ayah Kaya : Pelajaran keuanganlah yang akan memecahkan masalah keuangan. Bukan seberapa banyak uang yang dapat anda hasilkan, namun seberapa banyak yang dapat anda simpan dan kelola, serta berapa lama dapat anda simpan.
  9. Ayah Miskin : Membayar semua kewajiban, tagihan, dan biaya hidup terlebih dahulu barulah menyimpan sisanya terakhir
    Ayaha Kaya : Bayarlah diri anda terlebih dahulu baru bayarlah yang lain. Jika tidak cukup, anda akan terpaksa untuk mencari lebih banyak.
  10. Ayah Miskin : Saya tidak bisa kaya karena saya mempunyai banyak tanggungan
    Ayah Kaya : Saya harus kaya karena saya mempunyai banyak tanggungan

Apa yang salah dengan cara mengelola uang dari kalangan bawah dan kelas menengah?

Sebagian besar orang, terutama kelas menengah, terjebak dengan yang namanya “rat race“. Semakin tinggi gaji mereka, maka semakin besar pajak dan berbagai pengeluarannya. Biasanya dikatakan gaji berbanding lurus dengan pengeluaran. Oleh karena itu, untuk memenuhi semakin banyak kebutuhan, maka mereka akan bekerja lebih keras lagi, hanya untuk membayar pajak yang lebih besar, tagihan yang lebih banyak, serta berbagai kewajiban-kewajiban yang menunjang gaya hidup (cicilan rumah, mobil, Handphone baru, dan sebagainya). Siklus “Rat Race” atau perlombaan tikus ini berlangsung terus menerus selama hidup mereka akibat dari salah pengelolaan terhadap keuangannya, dan gaji yang berbanding lurus dengan pengeluarannya.

Oleh karena itu, Rich Dad mengajarkan agar anda membayar diri anda terlebih dahulu sebelum membayar semua tagihan, kewajiban, dan pengeluaran apapun. Maksudnya membayar diri anda terlebih dahulu adalah menginvestasikan sebagian porsi dari pendapatan anda kepada aset-aset yang menghasilkan uang, baru sisanya digunakan untuk berbagai pengeluaran anda.

Bedanya dengan orang awam, mereka menghabiskan dulu penghasilannya untuk berbagai keperluan dan tagihan, barulah sisanya ditabung atau diinvestasikan. Membayar atau memprioritaskan diri anda terlebih dahulu adalah salah satu konsep dasar perencanaan keuangan yang dilakukan oleh orang kaya. Dengan anda meningkatkan kecerdasan finansial anda, maka anda juga akan lebih mudah untuk keluar dari Perlombaan tikus (Rat Race) tersebut dan mencapai kebebasan finansial dengannya. Cara meningkatkan kecerdasan finansial anda adalah dengan mempelajari konsep arus kas, belajar cara membangun aset, dan cara mengelola aset.

Keluar dari siklus perlombaan tikus berarti penghasilan pasif anda (dari aset anda) lebih besar daripada pengeluaran anda sehingga anda tidak lagi perlu bekerja untuk uang. Anda hanya bekerja karena anda mencintai pekerjaan tersebut.

Aset Vs Liabilitas

Salah satu perbedaan konsep ayah kaya dan ayah miskin lainnya adalah mengenai aset dan liabilitas. Dalam bukunya, Robert Kiyosaki menjelaskan secara sederhana mengenai aset, yaitu sesuatu yang memberikan uang kepada kantong anda. Sedangkan, liabilitas / kewajiban adalah sesuatu yang mengambil uang dari kantong anda. Ini cukup berbeda dengan konsep aset dan liabilitas dalam pelajaran akuntansi pada umumnya.

Mengapa rumah anda dikatakan liabilitas padahal dalam akuntansi adalah aset? Rumah tempat tinggal anda merupakan kewajiban karena mengambil uang dari kantong anda berupa tagihan bulanan yaitu listrik, air, pajak, asuransi, perawatan, dan segala macam biaya atas rumah tersebut. Ketika orang membeli rumah yang semakin besar, maka kewajibannya akan semakin besar. Sebaliknya, property atau investasi real estat, terutama yang disewakan, adalah aset karena akan menghasilkan cashflow untuk anda.

Dengan demikian, aset adalah sesuatu yang menghasilkan uang / cashflow kepada anda, misalnya properti sewaan, saham (dividen), bisnis, royalti buku, dan sebagainya. Sedangkan mobil dan rumah tempat tinggal adalah kewajiban karena anda harus membayar biaya atas kepemilikannya. Orang kaya yang mendapatkan uang akan fokus membangun asetnya sehingga menghasilkan lebih banyak uang baginya ; orang kelas menengah yang mendapatkan uang secara tidak langsung akan memperbanyak kewajiban / liabilitasnya ; sedangkan penghasilan orang miskin biasanya habis untuk membayar pengeluarannya.

ajaran dasar rich dad poor dad

Dari ilustrasi laporan keuangan di atas, anda bisa lihat perbedaan laporan keuangan antara orang awam dengan orang kaya.

Begitu mendapatkan pendapatan berupa gaji, orang awam akan langsung membelanjakannya untuk berbagai liabilitas (terlihat dalam kolom liabilitis pada neraca / balance sheet). Liabilitas ini akan menghasilkan beban-beban seperti cicilan mobil, tagihan kartu kredit, bunga pinjaman, cicilan rumah, dan sebagainya. Di sisi lain, orang kaya menghasilkan pendapatan dari aset-aset yang telah dibangunnya. Jika anda belum memiliki aset yang cukup, dengan mindset orang kaya, anda akan menyisihkan pendapatan (membayar diri anda lebih dulu) untuk membangun aset-aset ini sehingga nantinya penghasilan dari asset inilah yang akan membayar semua tagihan anda.

Panduan Ayah Kaya untuk Kebebasan Finansial

Salah satu cara untuk menjadi kaya adalah dengan memulai untuk berbisnis sendiri dan bangunlah portofolio aset. Anda mungkin bisa membangun portofolio aset sambil bekerja, namun jika kita lihat dari segi pajak saja pun, pengusaha mendapatkan lebih banyak keuntungan. Ketika anda mendapatkan gaji bulanan, gaji tersebut langsung dipotong pajak. Semakin besar gaji anda, semakin besar pula pajak yang dipotong (bahkan di Indonesia dikenakan pajak progresif). Jadi sebelum anda sempat menginvestasikannya ataupun membayar tagihan wajib anda saja pun, penghasilan anda sudah dikenakan pajak. Di sisi lain, sebuah perusahaan baru akan membayar pajak setelah pendapatannya dikurangi semua biaya / pengeluaran (hanya laba bersih yang dikenakan pajak). Ini berarti sebuah perusahaan bisa membelanjakan apa saja terlebih dahulu, termasuk untuk asetnya, baru sisanya terakhir dikenakan pajak.

Jika anda harus bekerja terlebih dahulu, maka bekerjalah untuk belajar, jangan bekerja demi uang. Ketika anda meningkatkan skill yang anda butuhkan, maka anda akan menghasilkan lebih banyak uang dari bisnis anda nantinya dibandingkan ketika anda hanya bekerja dengan tujuan untuk mendapatkan uang.

Di dalam bukunya, Robert Kiyosaki menceritakan kisahnya yang bekerja di perusahaan mesin fotokopi Xerox sebagai sales untuk belajar bagaimana menjadi yang terbaik di bidang sales. Pada awalnya, dirinya menjadi sales dengan penjualan paling rendah karena rasa takutnya akan penolakan. Ketika dirinya berhasil menaklukkan rasa takutnya dengan dipaksa berjualan door to door, akhirnya dia berhasil menjadi sales nomor 1 di perusahaan tersebut. Setelah berhasil untuk sukses di bidang sales, dia pun keluar dari perusahaan tersebut dan membangun bisnisnya sendiri.

Selain membangun bisnis, jadilah investor profesional yang mampu mengidenfikasi peluang. Anda juga disarankan untuk mempelajari akuntansi sehingga anda dapat mengerti membaca laporan keuangan sebuah perusahaan, terutama ketika akan deal bisnis nantinya. Banyak orang yang sama sekali tidak mengerti angka-angka dalam sebuah laporan keuangan (saking banyaknya angka yang tertera). Selain itu, skill manajemen juga penting, terutama manajemen arus kas, manajemen sistem, dan manajemen sumber daya. Untuk membangun sebuah bisnis, diperlukan sistem yang dapat berjalan dengan sendirinya, karena anda akan memiliki bisnis tersebut, bukan bekerja di dalamnya. Sedangkan untuk memperkerjakan orang-orang yang pandai di perusahaan anda, maka anda akan membutuhkan keahlian manajemen sumber daya.

Personal Opinion

Guys, Ini benar-benar adalah buku yang paling direkomendasikan terutama buat orang-orang yang ingin sukses secara finansial, karena buku ini merupakan dasar dari semua buku bisnis dan keuangan, terutama mindset untuk memiliki mindset orang kaya yang benar. Buku Rich Dad Poor Dad ini pertama kali terbit pada tahun 1997 di Amerika, masuk ke dalam daftar New York Best Seller selama beberapa tahun berturut-turut. Di Indonesia sendiri, buku ini bahkan masih tetap dicetak ulang sampai saat ini. Anda dapat membeli buku ini gramedia mana pun ataupun versi bahasa inggrisnya disini.

Buku Robert Kiyosaki ini lah yang pertama kali membuat saya jatuh cinta pada dunia bisnis dan investasi. Anda bahkan dapat mempelajari konsep keuangan ‘praktis’ yang lebih banyak di sini daripada yang bisa anda pelajari daripada bertahun-tahun kuliah di jurusan keuangan. Di sistem pendidikan jurusan keuangan, anda akan banyak mempelajari tentang konsep keuangan secara akademis, yang pada dasarnya menyiapkan anda untuk menjadi profesional atau karyawan yang bekerja di bidang keuangan. Sedangkan buku Rich Dad Poor Dad ini akan membuka wawasan dan mindset keuangan yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjadi kaya, yaitu cara mengelola keuangan ala orang super kaya, membangun aset, perbedaan mindset antara yang kaya dan miskin, dan definisi sederhana dari aset dan liabilitas yang berbeda dari konsep akuntansi umum, yang mana juga akan mempengaruhi cara anda dalam mengelola aset dan liabilitas tersebut.

Buku Rich Dad Poor Dad versi E-book Bahasa Inggris

Semoga bermanfaat!

Cheers to Good Life !

 

Please follow and like us:
error

360 thoughts on “Intisari Buku Rich Dad Poor Dad – Robert Kiyosaki (Pelajaran Penting dari Ayah Kaya untuk menjadi Kaya)