Internet / Digital Marketing untuk Asuransi dan MLM (Direct Selling)

digital marketing untuk asuransi dan MLM

Topik seputar Digital Marketing saat ini sedang berkembang pesat dengan berkembangnya jumlah pengguna internet. Saat ini, bisnis online yang marak di Indonesia adalah E-commerce, sehingga banyak yang beranggapan bahwa digital marketing adalah tentang iklan-iklan untuk berjualan produk-produk fisik. Namun, digital marketing dapat digunakan untuk semua model bisnis, asalkan target marketnya ada menggunakan internet. Begitu juga dalam dunia direct selling, seperti asuransi dan MLM. Bisakah menggunakan digital marketing untuk memasarkan produk asuransi / merekrut downline atau agen asuransi lainnya? Sebelum membahas lebih lanjut digital marketing untuk asuransi dan MLM, apa yang menjadikan asuransi / MLM sebagai salah satu produk yang paling susah dijual? Mengapa harus beralih ke digital di samping memasarkannya secara konvensional?

Sebagian besar dari anda pasti pernah ditawarin produk asuransi / MLM / sejenisnya. Coba anda bayangkan apa rasanya ketika ada seorang teman lama anda yang sudah bertahun-tahun tidak ketemu tiba-tiba mengajak ketemuan, dan ternyata oh ternyata tujuannya adalah untuk memprospek anda. Anda pasti sering menemukan kejadian sejenisnya dan rasanya benar-benar menyebalkan! Anda seperti di PHP oleh perasaan kangen untuk bertemu teman lama yang ujung-ujungnya hanya untuk memprospek anda membeli asuransi atau menjadi downline-nya di MLM. Kasus seperti inilah yang membuat image para agen asuransi menjadi buruk dan menjadikan asuransi sebagai salah satu produk yang paling susah dijual. Alasannya? Anda merasa tertipu oleh ajakan ketemuan dengan alibi “sudah lama tidak ketemu nih“, tapi ternyata tujuannya adalah untuk jualan, sehingga sudah ada resistance di dalam diri anda untuk menolak apa yang ditawarkannya. Faktor lainnya yang membuat asuransi / MLM susah dijual adalah karena banyak yang mis-selling, yaitu hanya menjual impian-impian belaka namun ternyata banyak yang tidak sesuai, baik ketika menjual produk asuransi itu sendiri (dengan iming-iming hasil investasi yang besar) maupun ketika mengajak anda menjadi downlinenya (iming-iming jalan-jalan keluar negeri dan betapa mudahnya menjalankan bisnis tersebut).

Strategi-strategi yang umumnya selalu diutarakan dari seorang agen asuransi yang ingin merekrut downlinenya misalnya adalah “anda hanya cukup bertemu dengan 2 orang setiap hari dan sharing tentang manfaat menabung dalam asuransi, kemudian anda akan mencapai angka sekian puluh juta pada bulan ke sekian.” Strategi ini tidak salah dan merupakan sebuah sistem yang cukup efektif di tahun-tahun sebelumnya, karena pengetahuan orang masih sangat terbatas terutama dalam dunia finansial. Namun, sebagian besar orang saat ini sudah memiliki asuransi dan jumlah penjual asuransi juga semakin bertambah banyak, sehingga jumlah market share anda menjadi semakin kecil (walaupun customer-customer anda juga tetap bisa di follow up untuk top-up). Jika anda berhasil secara konsisten menemui 2 orang per hari, anda akan bertemu dengan 60 orang per hari untuk diprospek. Katakanlah anda bekerja full time dari pagi sampai malam dan berhasil memprospek 4 orang per hari, yang berarti 120 orang per bulannya, berapa orang yang dapat anda closing per bulannya? Dengan berbagai faktor seperti yang disebutkan di atas, mungkin closing ratio rata-rata saat ini adalah 5%-10%, yang berarti 6-12 orang dengan kondisi anda bekerja full time selama 7 hari seminggu. Belum lagi ketika anda kehabisan teman-teman / kenalan untuk diprospek.

digital marketing untuk asuransi

Manfaat Digital Marketing untuk Asuransi dan MLM

Internet sudah tidak asing lagi di era digital ini, dimana banyak para pelaku bisnis juga sudah beralih dari konvensional ke digital, atau setidaknya menggandeng digital untuk melengkapi bisnis konvensionalnya. Dengan internet, produk-produk yang anda pasarkan dapat menjangkau sampai seluruh dunia, tergantung cakupan yang anda ingin batasin. Begitu juga dalam dunia jasa, anda dapat memanfaatkan internet untuk memasarkan jasa asuransi. Keuntungan pertamanya yaitu anda tidak perlu takut kehabisan calon prospek karena internet juga dapat menjangkau orang-orang yang tidak anda kenal, sehingga pasar anda tidak terbatas.

Keuntungan lainnya dari menggunakan digital marketing untuk asuransi adalah anda tidak perlu berpura-pura ingin bertemu dengan teman lama anda dengan alibi “sudah lama tidak ketemu” untuk kemudian anda prospek, sehingga hubungan anda dengan teman anda tetap baik. Orang akan lebih nyaman ketika mereka memang ingin mendengarkan apa yang anda tawarkan. Sebaliknya, orang yang kurang nyaman akan cenderung menolak apapun yang anda tawarkan karena mereka secara tidak sadar telah menciptakan resistance untuk memblokir penawaran anda karena rasa ketidaknyamanannya.

Jadi pada dasarnya, ada 2 manfaat utama menggunakan digital marketing / internet untuk menawarkan jasa-jasa seperti asuransi / MLM. Pertama, yaitu mempercepat bisnis anda karena bisnis anda dapat terekspos sampai puluhan kali lipat daripada secara konvensional bertemu dengan prospek satu per satu. Bandingkan dengan menceritakan bisnis anda kepada 120 orang per bulan secara konvensional VS ribuan orang per bulannya dengan digital marketing. Dengan strategi konvensional, anda baru bisa menawarkan produk anda kepada 1200 orang dalam 10 bulan (dengan asumsi secara konsisten bertemu 4 orang per hari). Sedangkan dengan strategi digital marketing yang tepat, anda bahkan dapat memberikan penawaran kepada 1200 orang dalam sekali mengadakan webinar. Kedua, anda mempunyai pasar yang sangat luas dengan internet sehingga anda tidak perlu kesusahan membongkar nomor telepon teman lama untuk membuat janji temu tanpa mengatakan alasan sebenarnya yang akhirnya akan membuat hubungan yang kurang baik tersebut.

Bagaimana Strategi Digital Marketing untuk Asuransi dan MLM

Seperti yang telah dibahas di atas, asuransi dan MLM merupakan salah satu yang paling susah dijual karena timbulnya antipati bagi kebanyakan orang ketika mendengarkan istilah asuransi atau MLM tersebut. Pada dasarnya, prinsip internet marketing sama dengan prinsip marketing pada umumnya.

Pertama-tama, anda harus mengetahui masalah apa yang dihadapi target market anda. Buatlah mereka sadar akan masalah yang sedang mereka hadapi dan sediakan solusinya. Bedanya, dengan cara konvensional, anda harus menemui mereka satu per satu untuk menjelaskan solusi dari masalah yang mereka hadapi, dimana mereka juga belum tentu nyaman dan mau mendengarkan anda. Sedangkan dengan internet / digital marketing, anda menciptakan konten seputar permasalahan yang dihadapin dan konten yang menyediakan solusinya. Konten ini dapat anda sebarkan secara luas di media sosial anda atau platform lainnya, seperti youtube, blog, dan sebagainya. Dengan sekali klik, pesan yang ingin anda sampaikan tersebar ke seluruh follower anda yang jumlahnya mungkin ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan ribu. Selain konten-konten seputar masalah dan solusi, anda dapat juga menciptakan konten seputar penolakan target market anda. Apa yang biasanya menjadi alasan mereka untuk menolak penawaran anda.

“Content is King” – Bill Gates

Dalam digital marketing, dikenal dengan yang namanya funneling, yang pada dasarnya adalah bagaimana menggiring customer untuk serangkaian tahap sampai pada penawaran yang ingin anda sampaikan. Akan sangat kesulitan untuk closing jika anda langsung membombardir penawaran anda di awal-awal, karena produk-produk seperti asuransi / MLM pada dasarnya adalah produk High-Ticket (produk yang harganya lebih tinggi). Orang-orang membutuhkan kepercayaan sebelum mereka memutuskan untuk membeli dari anda atau menjadi downline anda. Sistem funneling ini dimulai dengan memberikan value yang bermanfaat dan dapat menarik perhatian mereka. Anda sebaiknya membimbing mereka melewati customer journey ini sebelum pada akhirnya memberikan penawaran, karena akan lebih mudah bagi orang untuk deal ketika mereka sudah percaya. Dalam dunia asuransi, orang membeli dari orang yang mereka percaya. Jadi, anda tidak hanya sekedar menjual produk, namun menjual solusi atas permasalahan mereka.

Bagaimana jika anda belum bisa membuat konten? Ternyata ada sebuah sistem dimana konten-konten yang anda butuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis asuransi dengan teknik digital marketing ini sudah disediakan, termasuk funneling dan bahkan sampai webinar yang berisi penawaran akhirnya. Sistem ini akan saya share dalam post selanjutnya.

 

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.