Insight dari Digital Revolution Summit Jakarta (The Payoneer Forum)

Go Digital or Die! Sebuah slogan yang sering diucapkan pada era digital ini, karena menggambarkan kondisi yang terjadi pada saat ini. Bisnis-bisnis konvesional banyak yang berguguran sejak kehadiran internet, terutama dengan berkembangnya e-commerce. Jika sebelumnya, ITC Mangga Dua merupakan surganya wanita untuk berburu pakaian dengan harga yang lebih murah dari pasar modern / mall dan ITC Roxy Mas merupakan surganya para penggiat gadget dan aksesorisnya, maka saat ini anda dapat melihat kedua tempat tersebut jauh lebih sepi dibandingkan era-era sebelumnya.

digital revolution disruption

Inilah masa disrupsi (disruption) ketika industri teknologi telah berkembang sangat pesat dan perlahan menggeser bisnis konvensional (yang hanya offline). Pusat perbelanjaan ITC mencatat penurunan pengunjung dan omzet, terutama sejak kehadiran situs-situs marketplace yang juga menjual barang-barang yang bahkan bisa lebih murah daripada langsung ke pusat grosir seperti ITC tersebut.

Merupakan sebuah kesempatan yang cukup berharga untuk dapat ikut serta dalam Digital Revolution Summit yang diadakan oleh Payoneer di Jakarta, yaitu di Kasablanka minggu lalu. Banyak sekali wawasan yang diperoleh baik mengenai perkembangan dunia internet itu sendiri, sekaligus pembahasan mengenai digital marketing, mulai dari FB Ads, affiliate Marketing, Content Marketing, serta teknik digital marketing secara umum.

Selain itu, hal positif lainnya dengan mengikuti forum / seminar seperti ini adalah networking, dimana anda dapat berkenalan dengan banyak orang-orang hebat, yang mungkin saja nantinya bisa mejadi partner bisnis anda. Sebut saja salah satunya yaitu pembicara FB Ads Mastery, Mr. Albert Leonardo, yang pernah menghasilkan ratusan ribu dollar hanya dalam waktu 2 bulan dengan FB Ads dan saat ini berprofesi sebagai full time internet marketer.

Apa itu Payoneer ?

Payoneer sendiri adalah sebuah perusahaan jasa keuangan yang mengakomodir pembayaran online secara global. Contoh lain dari perusahaan jasa keuangan untuk pembayaran digital secara global ini adalah Paypal. Mungkin Paypal lebih familiar untuk kebanyakan orang, namun sekarang ada opsi lainnya yaitu Payoneer. Jadi, jika anda melakukan bisnis digital secara global seperti berjualan di Amazon, hosting di Airbnb, Menjadi freelance di Upwork, dan sebagainya, maka anda dapat menggunakan Payoneer ini. Ada beberapa keuntungan tambahan yang dapat diperoleh dari Payoneer jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya. Anda dapat mendaftar Payoneer di sini dan dapatkan bonus USD 25 melalui link berikut (Bonus sesuai ketentuan yang berlaku).

Anyway, informasi lebih lanjut mengenai Payoneer akan di bahas di postingan lain nantinya. Berikut saya akan memberikan beberapa poin penting / insight yang diperoleh dari seminar Digital Revolution Summit Tersebut.

Insight from Digital Revolution Summit by Payoneer

Perkembangan E-Commerce

Peradaban industri dimulai sejak diperkenalkannya mesin dan tenaga uap yang disebut sebagai era industri 1.0, kemudian 2.0 sejak memasuki era produksi masal untuk berbagai macam barang karena berkembangnya penggunaan listrik untuk berbagai lini produksi. Setelah adanya komputer, maka industri pun mulai bergeser ke era automasi oleh penggunaan komputer yang dikenal dengan era industri 3.0. Saat ini, dunia kita telah memasuki industri 4.0 yang mana merupakan sistem yang terpadu dari pemanfaatan teknologi digital untuk berbagai macam industri.

industri 4.0 era digital

E-commerce, seperti yang anda ketahui, terus berkembang pesat saat ini sejak dunia memasuki era digital. Kabar baiknya, pada tahun 2018, Indonesia telah menduduki posisi ke-5 untuk jumlah pengguna internet terbesar di dunia dan pertumbuhannya. Dengan posisi yang signikan tersebut, sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk masuk ke dalam 5 besar kekuatan ekonomi dunia seiring semakin berkembangnya dunia digital ini.

Dilansir dari data yang dirilis oleh Hootsuite, jumlah pertumbuhan e-commerce terbesar saat ini diduduki oleh produk fashion & kecantikan serta mainan & alat-alat pendukung hobi, disusul oleh bidang travel, elektronik, makanan, perawatan diri, dan games. Sedangkan jika dilihat dari jumlah uang yang dihabiskan untuk berbelanja online diduduki oleh produk fashion pada peringkat pertama dan produk travel di peringkat kedua.

Adapun data lainnya yang menarik adalah pemaparan mengenai kebiasaan / aktivitas yang dilakukan oleh berbagai generasi yang berbeda dengan internet :

  • Generasi Baby Boomers (umur 52-70 tahun) umumnya melakukan aktivitas online dengan membaca email, menelusuri ulasan produk yang ada sebagai bahan referensi, chatting, browsing secara umum, membaca berita, menelepon dengan kuota internet, dan social networking.
  • Generasi X (umur 37-51 tahun) umumnya menggunakan produk / jasa keuangan online, membaca email, menelepon dengan kuota internet, menelusuri ulasan produk sebagai referensi, membaca berita, browsing umum, dan menelusuri ulasan perusahaan (company review).
  • Generasi Y (umur 22-36 tahun) umumnya mencari pekerjaan lewat internet, menelusuri ulasan perusahaan (company review), nonton TV via internet (streaming), mengakses iklan yang muncul, video conference, belanja online.
  • Generasi Z (umur 7-21 tahun) umumnya belajar online, bermain games, membaca berita dalam forum, menonton berbagai macam video, chatting, nonton TV online, dan social networking.

Dari data di atas, mungkin anda dapat menyesuaikan bisnis internet apa yang akan anda masuki sehubungan dengan target market anda.

Global E-commerce dan Facebook Ads

Sesi membangun bisnis e-commerce global ini dibawakan oleh Albert Leonardo, seorang pakar Facebook yang berhasil membukukan omset milyaran dalam waktu 2 bulan dengan memanfaatkan Facebook Ads. Albert Leonardo ini dulunya merupakan seorang guru matematika. Karena kesukaannya pada bidang matematika, dirinya membuat bisnis kaos yang bertemakan matematika. Dengan menggunakan google trends, dia berhasil mendapatkan tren yang sedang meningkat di Amerika yaitu adanya perayaan hari Phi (14 Maret) setiap tahunnya. Singkat cerita, dirinya menjual kaos Phi ini dengan Facebook Ads dengan modal yang sangat kecil (tanpa perlu stok kaos) namun berhasil mencapai angka yang gila-gilaan, yaitu 6 digit USD atau kalau dikonversi ke rupiah adalah milyaran.

Dari data yang dilansir Hootsuite pada tahun 2018 awal, Facebook merupakan social media yang paling banyak penggunaannya saat ini, baru disusul oleh Youtube di urutan kedua, dan Whatsapp di urutan ketiga. Kabar baiknya lagi, Indonesia menduduki posisi keempat untuk jumlah pengguna Facebook di dunia.

data pengguna sosial media facebook

facebook user analysis

Bayangkan betapa luasnya pasar yang dapat anda masuki dengan Facebook ini. Dengan beriklan di Facebook, anda bisa menjangkau sekitar 2 milyaran penduduk dunia. Untuk pasar Indonesia sendiri saja, dimana penetrasi internet telah mencapai 50% dari total penduduk, jumlah pengguna Facebook telah mencapai 130-an juta user. Bayangkan betapa hebatnya jangkauan iklan online ini dibandingkan anda memasang pamflet besar di jalan raya yang harganya juga jauh lebih mahal dibandingkan anda beriklan lewat Facebook dan jangkauannya juga jauh lebih sedikit, yaitu anda hanya akan menjangkau masyarakat yang melewati jalan tersebut.

Selain itu, Facebook juga mempunyai fitur canggih yang membuat anda bisa mengatur target market pilihan berdasarkan berbagai macam variabel seperti gender, wilayah, ketertarikan / hobi (interest), aktivitas / kebiasannya, dan lain sebagainya. Misalnya, jika anda ingin menjual sebuah pembuka botol wine yang berdesign kucing, anda dapat melakukan filter untuk beriklan hanya pada orang yang suka minum wine dan juga menyukai kucing. Begitu pula jika anda ingin menjual properti dan menyasar target market orang Jepang yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengaturnya. Fleksibilitas ini membuat Facebook Ads jauh lebih efektif dibandingkan anda membagi-bagi brosur di jalanan atau beriklan di TV yang harganya selangit. Jadi dengan Facebook Ads, anda bisa menjual segala jenis produk mulai dari produk yang sangat unik sampai yang umum.

Sebagai informasi, profil pengguna facebook saat ini didominasi oleh generasi milennial yaitu generasi Y dan Z dengan pengguna laki-laki yang lebih banyak daripada pengguna wanita.

Content is King

Sesi mengenai content marketing ini dibawakan oleh Dicky Sukmana yang merupakan founder dan Creative Director dari Panen Maya. Pada dasarnya, content marketing ini berbicara mengenai pembuatan konten dan distribusi konten. Dimana pun anda beriklan, anda perlu membuat kontennya terlebi dahulu.

Dalam pembuatan konten, anda perlu mengidentifikasi objektif serta target market anda. Adapun isi konten yang dapat anda kembangkan berdasarkan objektif dalam pembuatan konten sebagai berikut :

  • Branding :
    • Konten yang emosional (membangkitkan emosi)
    • Penggunaan simbol / logo
    • Pembuatan konten dalam bentuk video
  • Membangun Channel :
    • Konten yang inspirasional
    • Penggunaan sosok, terutama yang menginspirasi
    • Pembuatan konten dalam bentuk review, testimony, role model, dan daftar
  • Konten yang menjual jasa :
    • Konten yang bersifat edukatif
    • Penggunaan cerita organisasi
    • Konten dalam bentuk blog dan tutorial
  • Konten yang menjual produk :
    • Konten yang bersifat meyakinkan (persuasif)
    • Fokus pada produk, seperti spesifikasi dan fiturnya
    • Konten dalam bentuk katalog, demo, study case, dan sebagainya.

Hal yang penting dalam pembuatan konten adalah bagaimana menarik perhatian target market anda, karena pada dasarnya anda hanya mempunyai waktu 1.7 detik untuk menangkap perhatiannya. Sebagai informasi tambahan, pada era mobile digital ini, konten vertikal pada umumnya mempunyai persentase yang lebih tinggi untuk menangkap perhatian orang.

Affiliate Marketing

Sesi affiliate marketing dibawakan oleh pakarnya yaitu Wientor Rahmada yang juga founder dari Bixbux.com. Affiliate Marketing pada dasarnya adalah makelar online. Anda menjual produk orang lain dengan mereferensikannya. Sebagai hasilnya, anda akan mendapatkan komisi jika orang yang anda referensikan membeli produk / jasa tersebut. Pada umumnya, anda akan diberikan link unik yang menandakan bahwa anda lah yang mereferensikannya.

Lantas, bagaimana cara anda mereferensikannya? Pada dasarnya, anda membutuhkan sumber traffic (bisa dari SEO, iklan FB, media sosial, Adwords, dan sebagainya) untuk masuk ke dalam sebuah landing page. Landing page tersebut berisikan berbagai macam hal mengapa prospek anda harus membeli produk tersebut. Landing Page ini haruslah dapat membangun kepercayaan (trust) dari traffic anda, membangun rasa penasaran dan ketertarikan pada produk yang anda tawarkan / referensikan. Setelah itu, prospek anda akan memasuki offer page jika tertarik, dan terjadilah konversi penjualan jika prospek anda melakukan pembeliannya. Semua data dari mulai anda mendapatkan traffic sampai terjadinya konversi tersebut haruslah di tracking supaya dapat anda gunakan kembali pada proses selanjutnya.

Beberapa skill yang dibutuhkan oleh Affiliate Marketer antara lain harus pandai membaca tren pasar global, cara mendapatkan traffic yang banyak, copywriting (teknik menulis iklan), kemampuan menganalisa data (karena semua data dari traffic sampai terjadinya pembelian ada manfaatnya), mengambil keputusan secara cepat, dan networking.

Conclusion and Personal Opinion

Walaupun seminar Digital Revolution Summit ini gratis, namun acaranya memberikan insight yang cukup menarik dari segi materi yang disajikan. Acara dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 4.30 sore, dibuka oleh Marketing Manager dari Payoneer dan pidato dari Kementrian UKM serta Dirjen Aplikasi Informatika. Selain itu, peserta yang ikut juga rata-rata sudah memiliki bisnis sendiri baik digital maupun bisnis lainnya yang saat ini juga menggunakan media internet alias sudah go online. Dari sini, sekali lagi saya diingatkan betapa menariknya dunia online bahkan banyak sekali generasi milenial terutama generasi Z yang dapat menghasilkan angka yang jauh lebih besar daripada orang yang sudah bekerja kantoran selama bertahun-tahun. Keren deh!

Kapan lagi kita semua yang walaupun tanpa latar belakang keluarga pebisnis bisa masuk ke dunia bisnis dan mungkin menghasilkan angka yang sama atau bahkan jauh lebih besar daripada orang yang sudah memiliki usaha konvensional selama puluhan tahun. Kapan lagi kita dapat masuk ke dunia bisnis dengan modal sekecil-kecilnya namun meraih untung sebesar-besarnya.

Sebelum era digital, anda wajib memiliki modal yang lumayan besar misalnya untuk sewa toko / ruko, renovasi, membeli stok, membayar gaji karyawan dan sebagainya. Namun, di era digital ini, anda tidak perlu mengeluarkan segala biaya untuk sewa / beli ruko, renovasi, stok barang, dan sebagainya, tetapi masih dapat memperoleh omset yang tidak kalah dari orang yang mengeluarkan modal tersebut untuk model bisnis konvensionalnya. Bahkan penghasilan seorang internet enterpreneur bisa jadi lebih tinggi daripada orang yang memiliki pabrik sekaligus. Era yang dahsyat bukan?

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.