#Explorejakarta : Review Museum Macan, Salah satu Tempat Instagrammable Terbaik di Jakarta

Kalau ditanya mau jalan kemana di Jakarta, maka mostly jawabannya hanya nge-mall atau hangout di berbagai cafe yang cocok buat ngopi atau ngeteh tjantik. Setidaknya kali ini di Jakarta sudah dibuka sebuah Museum seni dan kotemporer modern pertama di Indonesia yang menampilkan berbagai macam karya dari seorang seniman asal Jepang bernama Yayoi Kusama, yang dinamakan museum MACAN (Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara). Well, I’m not at art freak, jadi gak bisa benar-benar menikmati sebuah lukisan meskipun sangat berseni. Oleh karena itu, saya tidak pernah mengunjungi museum-museum seni yang menampilkan karya seni berupa lukisan. Tentunya guys, museum seni modern aka museum MACAN ini berbeda! Seni modern yang ditampilkan membuat para pengunjung baik pecinta seni ataupun yang hanya mencari spot foto yang bagus sangat menikmatinya. Well, salah satu tempat instagrammable terbaik di Jakarta deh.

Ini adalah kali keduanya saya mengunjungi museum MACAN ini, tentunya karena memiliki konsep yang berbeda dibandingkan yang pertama kali dibuka. Jadi, pamerannya dikemas per periode dengan tema tertentu. Tema pertama museum ini adalah “Art Turns. World Turns”, dengan harga tiket Rp 50 ribu rupiah. Sedangkan tema keduanya adalah “Life is the Heart of Rainbow”, dengan harga tiket Rp 100 ribu rupiah (wow, naik 100% ya).  Berikut review kedua tema pameran di Museum MACAN tersebut.

Review Museum MACAN

Art Turns, World Turns.

Ketika pertama kali dibuka, masyarakat Jakarta segera dihebohkan oleh kehadiran Infinity Room yang menjadi daya tarik utama museum ini. Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya di Indonesia yang menampilkan infinity room yang sangat indah. Daya tarik infinity room tersebut selain seni yang memang sangat indah tentunya adalah spot yang sangat instagrammable. Coba search kata kunci #museummacan di instagram pada saat itu, hasilnya semua adalah foto di dalam infinity room tersebut.

Dikarenakan penasaran bagaimana bagusnya ruangan tersebut, saya pun segera cuss pada weekend minggu pertama dibukanya museum MACAN tersebut. Ternyata oh ternyata, antriannya sungguh panjang sekali, tentunya antrian untuk memasuki infinity room ini. Kalau gak salah sih antriannya sekitar 45 menit deh, hanya untuk berada di dalam kotak yang cukup kecil tersebut selama 10 detik ?! Setelah keluar, harus antri lagi kalau mau masuk. What?! Malas donk ya pastinya.

Oh man, foto bagus apa yang bisa didapatkan dalam 10 detik? Namanya juga pertama kali masuk, persiapan yang belum matang apalagi diberikan waktu cuma 10 detik. Mau milih foto / video aja pun kewalahan. Jadi sebenarnya, kita masuk ke sebuah kotak, dan hanya berdiri di satu spot saja sudah bisa mengambil foto yang bagus karena dikelilingi kaca dan air sehingga pantulannya menjadi sangat indah. Tetapi yang namanya first time dan dikejar waktu 10 detik, masih bingung mau ngambil sisi kiri / depan / kanan, belum lagi ada seorang penjaga berdiri di pintu yang semuanya cukup untuk membuat hasil foto menjadi sangat tidak seperti yang diinginkan.

Done with infinity room with not being satisfied, what’s next? Jadi di ruang selanjutnya itu kebanyakan cuma pameran lukisan layaknya museum seni pada umumnya.

pameran museum macan

Ada beberapa karya-karya yang cukup menarik dan patung-patung unik juga di dalamnya, seperti foto-foto di bawah ini.

museum macan  museum macan review

art turns world turns

Worth it? Sebenarnya sih worth ya dengan harga Rp 50 ribu untuk karya-karya seni yang memang unik, apalagi buat para pecinta seni. Tetapi karena infinity room yang hanya diberikan waktu 10 detik untuk antrian hampir 1 jam itu rasanya sesuatu banget. Setelah infinity room juga sudah tidak ada sesuatu yang se-keren itu lagi di ruangan lainnya. Saran terbaik untuk mengunjungi museum Macan sih tentunya weekdays yaa, pasti lebih nyaman dan santai (kalau yang kerja kantoran sih pasti harus weekend).

Life is the Heart of a Rainbow

Pameran kedua (12 Mei – 9 September) kali ini sudah menampilkan lebih banyak karya seninya Yayoi Kusama yang keren (jika sebelumnya hanya infinity room). Harga tiket naik 100% menjadi Rp 100 ribu, dari sebelumnya Rp 50 ribu. Lebih banyak hal-hal menarik dan keren di sini dengan tema utama polkadotnya. Lebih banyak juga spot dan ruangan yang instragammable, mulai dari ruangan penuh polkadot warna warni, ruangan polkadot bertemakan labu, Narcissus Garden, sampai infinity room yang masih tetap ramai antrian.

Ya tentunya kali ini tidak lagi tergesa-gesa mengunjungi pameran museum MACAN tersebut pada minggu-minggu pertama, karena pasti akan sangat panjang lagi antrian ke berbagai ruangan. Jadi, kami baru mengunjunginya sekitar pertengahan Juli (2 bulan setelah pameran dibuka). Pengunjung masih tetap banyak, tetapi tidak separah yang sebelumnya lagi, sehingga untuk beberapa ruangan yang antriannya tidak panjang (tetap ada batas waktu), kami masih sempat mengantri ulang untuk pengalaman yang lebih maksimal (#narsismode).

Pengalaman di kunjungan kali ini lebih maksimal serta lebih banyak tempat keren dan menarik, tentunya juga sangat instagrammable. Pertama-tama, kita akan menemukan antrian untuk sebuah ruangan labu kuning yang dihiasi polkadot hitam dan dipasangi kaca-kaca di dalamnya sehingga pantulannya menjadi sangat menarik. Setelah itu, spot keduanya yang juga keren adalah narcissus garden dengan kumpulan bola-bola silver yang indah. Ada juga ruangan yang menampilkan sejarah dari Yayoi Kusama ini sejak masa kecilnya. Kemudian, anda akan menjumpai lagi-lagi ruangan yang bertemakan polkadot labu kuning hitam di dalam tetapi dengan design yang berbeda. Lukisan-lukisan yang disajikan di sekeliling dindingnya juga tidak kalah menariknya. Ruangan selanjutnya adalah pameran lukisan hitam putih yang ditengahnya juga terdapat box menarik yang di dalamnya berisikan pantulan-pantulan lampu yang sangat indah. Masuk lagi ke ruangan selanjutnya adalah pameran lukisan warna warni yang juga sangat indah dan harmonis, sebelum akhirnya memasuki antrian untuk ruangan infinity room lagi. Di lantai atas juga terdapat sebuah ruangan yang cukup besar (sekali masuk 25 orang dengan waktu 1 menit) dengan berbagai macam perabot (meja, sofa, rak, dan sebagainya) yang semuanya bertemakan polkadot warna warni.

Berikut beberapa foto yang diambil :

review museum macan kunjungan ke museum macan

pameran museum macan museum macan yayoi kusama

museum macan jakarta review museum macan jakarta infinity room museum macan

I personally pastinya lebih suka tema yang kedua ini (Life is the Heart of a Rainbow) walaupun harganya lebih mahal. Terasa lebih worth karena lebih banyak karya yang keren. Pameran dengan tema ini hanya sampai 9 September 2018, dan nantinya pasti ada beberapa yang dihilangkan untuk digantikan tema yang baru di pameran selanjutnya.

That’s all untuk 2x kunjungan ke Museum MACAN Jakarta dan reviewnya, happy exploring and Cheers to Good Life, folks!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.