Belajar dari Denny Santoso, Albert Leonardo, Bong Chandra, Ishak Chandra dan Ronald Cassidy

Weekend di Jakarta pada ngapain ya? Jika awalnya saya lebih sering menjelajahi mall ke mall (maklum baru pindah ke Jakarta), maka akhir-akhir ini saya lebih sering mengisi weekend dengan mengikuti seminar. “The Best Investment is Yourself“, begitulah kata Warren Buffet, sang investor legendaris yang pernah menjadi orang terkaya di dunia selama beberapa tahun. Seminar? Gak ngantuk tuh? Kalau ke acara seminar untuk bidang yang kurang saya minati sih pasti ngantuk, tetapi karena saya menyukai dunia bisnis, investasi, dan pengembangan diri, tentunya ini menjadi salah satu kegiatan favorit saya daripada ngemall / hang out gak jelas.

invest in yourself

Siapa Denny Santoso, Albert Leonardo, Bong Chandra, Ishak Chandra, dan Ronald Cassidy ? Dalam beberapa seminar yang saya ikutin dalam 2 bulan terakhir, berikut beberapa highlight yang saya pelajari dari sesepuh di bidang masing-masing :

Denny Santoso – Digital Marketing

Siapa Denny Santoso

Denny Santoso sebelumnya bergerak di bidang suplemen fitness yaitu Ultimate Nutrition dengan portalnya duniafitnes.com. Seiring passionnya dalam dunia digital marketing, ko Denny merambah ke edukasi digital marketing yaitu digitalmarketer.id. Di samping itu, ko Denny masih mempunyai beberapa bisnis lainnya seperti essential oil, sebagai pemegang saham di bidang penyewaan wifi passpod, dan juga investor property. Fokusnya saat ini lebih ke edukasi digital marketing, dengan mengadakan kelas dan workshop, dari sharing gratis sampai mastermind yang bernilai usd 5000.

Sebutan Pakar Digital Marketing No. 1 di Indonesia mungkin sudah melekat kepadanya. Dengan semakin berkembangnya era digital, maka tidak bisa dipungkiri bahwa hampir semua bisnis membutuhkan internet untuk melengkapi pemasaran offline yang selama ini sudah dijalani. Zaman sekarang ini, kita bisa melihat bahwa toko konvensional semakin sepi, begitu juga dengan pasar tradisional. Ada kerabat saya yang sudah puluhan tahun terkenal di bidang fashion dan membuka toko kini juga mengakui bahwa omzetnya menurun drastis, dan untungnya dibantu online. Begitu juga dengan kerabat yang sudah menjual kosmetik puluhan tahun di sebuah pasar yang cukup ramai di Medan, mengatakan bahwa omzet penjualan onlinenya bahkan lebih tinggi.

Belajar Digital Marketing dari Denny Santoso

Belajar digital marketing dari Denny Santoso

Bagaimana bersaing dalam era digital? Salah satu tips berguna dari ko Denny ini adalah agar dengan menyempitkan niche bisnisnya. Jika sebelumnya hanya bermain pada suatu niche tertentu, perkecil lagi sampai micro niche.

Niche -> Sub Niche -> Micro Niche

Dengan demikian, kita akan menjadi sangat terspesialisasi dan langsung menembak pada market yang merupakan sasarannya. Dalam workshop lanjutannya, kita akan diajarkan lagi untuk mengenal persona market kita, seperti dimana market kita sering hangout dalam dunia online (media sosial yang mana? Siapa orang yang difollownya?), apa yang mereka cari atau baca pada saat online, dan sebagainya (saya sendiri belum mengikuti workshop lanjutannya).

Mengapa harus bermain di Micro niche? Ibaratnya sih dokter spesialis akan dibayar lebih mahal daripada dokter umum, dan orang juga lebih percaya kepada dokter spesialis ketika terkena penyakit tertentu daripada berkonsultasi dengan dokter umum. Jadilah spesialisasi di sebuah market tertentu.

Konsep melayani semua market mungkin tetap bisa membawa profit bagi bisnis anda, tetapi akan susah untuk di scale up, karena kurangnya trust dan engagement. Contohnya, ketika anda ingin makan Italian Food, apakah anda lebih memilih untuk mengunjungi sebuah restoran yang semua menunya ada, baik western, japanese, chinese, indonesian, korean, atau langsung ke Italian Resto? Restoran mana yang akan lebih terkenal? Ketika anda ingin makan sushi yang enak, apakah anda akan langsung mengingat Sushi Tei / Genki Suhi / dan resto Jepang lainnya atau restoran serba ada yang menyediakan semua variasi menu? Begitu jugalah gambaran market saat ini.

Ko Denny juga memberikan tips untuk keluar dari persaingan harga. Selain dengan menjadi spesialisasi yang tentunya menaikkan nilai jual, tips dari Denny Santoso adalah tidak menjadikan barang komoditi sebagai produk utama kita. Well, bagaimana donk dengan orang yang selama ini bisnisnya besar dari jualan komoditi? Well, ini sebenarnya langsung ditembak oleh mentor bisnis yang lain, tetapi tidak saya bahas disini. Intinya, kalau barang anda komoditi alias banyak produk sejenis (tidak ada pembeda dengan pesaing anda), maka pasti akan terlibat dalam price war. Cara untuk keluar dari price war tersebut, buat spesialisasi pada produk anda dan tambahkan added value dari brand anda.

Banyak lagi yang bisa dipelajari dari seorang Denny Santoso terutama mengenai mindset kaya. Beliau juga praktisi dari Law of Attraction dan telah banyak menggunakannya untuk bisnis dan hidupnya. Denny Santoso saat ini juga masih terus belajar dari mentor-mentor luar negeri, seperti Russel Brunson.

Albert Leonardo – Facebook Ads

Siapa Albert Leonardo

Albert Leonardo sebelumnya adalah seorang guru matematika di Medan. Berbekal pada ilmu internet marketing yang dipelajarinya, dirinya sukses melakukan penjualan kaos ke pasar Amerika dengan omset yang mencapai 5 Milyar selama 1,5 bulan. Yes, hanya berjualan kaos, tanpa stok alias hanya modal iklan, dan dalam waktu 1,5 bulan. Ceritanya, US setiap tahunnya tanggal 14 Maret selalu merayakan Phi Day. Nah, dengan market research yang telah dilakukannya, guru matematika ini pun memasarkan kaos dengan design Phi tersebut yang membuahkan hasil sebagai winning campaignnya. Dengan modal biaya design dan iklan, kaos langsung dipasarkan. Ketika orang melakukan order, barulah diteruskan ke pabriknya untuk dicetak alias dropship, sehingga tanpa modal stok sama sekali. Kesuksesannya ini menjadikannya terkenal baik nasional maupun internasional, dan pernah diundang untuk memberikan tips dalam acara Affiliate World Asia. Akhirnya, saat ini Albert memutuskan untuk fokus dalam dunia digital ini.

Belajar Facebook Ads dari Albert Leonardo

belajar FB Ads dari Albert Leonardo

Jika kita membahas soal Facebook, maka otomatis kita akan membahas soal instagram, karena keduanya adalah satu perusahaan yang sama, dimana Instagram telah diakuisisi Facebook. Mengapa Facebook Ads adalah tools marketing online yang paling ngetren saat ini? Dari data yang dilansir Hootsuite awal tahun 2018, Facebook merupakan sosial media yang paling banyak penggunanya di dunia. Indonesia menduduki posisi ke empat untuk jumlah pengguna facebook terbanyak di dunia, dimana sekitar 50% dari penduduk Indonesia menggunakan FB. Oleh karena itu, jika kita beriklan di facebook, maka iklan kita berpotensi dilihat oleh 50% dari penduduk Indonesia (tentunya tergantung budget iklan anda).

Bandingkan dengan iklan yang anda pasang di koran nasional yang harganya cukup mahal dan hanya dilihat sekian persen dari orang di kota tersebut, atau iklan Billboard di jalanan yang hanya berpotensi untuk dilihat sekian persen dari orang-orang yang melewati jalan tersebut dalam 1 kota. Dengan perbandingan seperti itu, iklan Facebook bisa dikatakan masih sangat murah dan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Selain itu, iklan FB mempunyai banyak kelebihan pada targetingnya. Anda dapat memilih agar iklan anda dilihat oleh orang pada wilayah tertentu, atau berdasarkan gender / minat / kelakukannya / aktivitas / kebiasannya, dan sebagainya.

Contohnya, anda menjual baju musim dingin, daripada menghabiskan budget yang besar untuk iklan di koran yang belum tentu dilihat oleh target market, anda dapat mengatur agar iklan anda hanya dilihat oleh orang-orang yang mempunyai ketertarikan untuk travelling atau menyasar segmen market tertentu (misalnya mengatur agar iklan hanya dilihat oleh orang yang menggunakan iphone) jika harga baju musim dingin tersebut cukup mahal.

Contoh lainnya, misalnya anda mempunyai barang unik yaitu pembuka tutup botol wine yang berbentu kodok, maka anda dapat menargetkan agar iklan anda dilihat oleh orang yang suka minum wine dan menyukai kodok.

Fitur Facebook ini sangat canggih dan fleksibel, sehingga dapat anda gunakan sesuai kebutuhan. Anda juga dapat mengatur apakah iklan akan ditampilkan hanya pada platform Facebook atau Instagram, atau keduanya. Ini tergantung dimana market anda sering berinteraksi. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan FB Ads ini untuk berjualan dari mulai produk yang sangat unik sampai pada produk yang sangat umum.

Belajar Property

Jika Denny Santoso dan Albert Leonardo berbicara tentang Digital Marketing, maka Bong Chandra, Ronald Cassidy, dan Ishak Chandra membahas tentang property. Ada satu lagi yang akan membahas tentang property pada pertemuan selanjutnya yaitu Bapak Matius Jusuf.

Ko Bong Chandra mengajari fundamental dan bisnis property secara keseluruhan (terutama sebagai pengembang property / developer), Ko Ronald Cassidy mengajari marketing dan sales khususnya dalam bidang property, sedangkan Bapak Ishak Chandra mengajari tentang Feasibility Study pada bisnis property. Untuk hal-hal spesifik yang dipelajari dari keempat master tersebut akan saya tulis di postingan selanjutnya. Yang pastinya keren dan membuka wawasan di dalam dunia property.

Mengapa saya ikut dalam workshop property? Pertama, karena property adalah aset yang dikenal oleh semua orang, baik sebagai kebutuhan primernya maupun untuk investasi. Properti juga adalah investasi yang nilainya akan terus naik karena tanah di bumi ini lama kelamaan semakin sedikit. Selain itu, bisnis property, terutama sebagai developer, tentunya sangat menggiurkan karena leverage yang ditawarkannya, meskipun entry barrier-nya cukup tinggi. Walaupun tidak sebagai developer, kita tetap dapat menjadikan property sebagai aset yang menghasilkan uang / pendapatan pasif, yaitu dari biaya sewa.

Jadi, semakin kita mengetahui seluk beluk dunia property, kita akan semakin melek untuk memaksimalkan investasi kita dalam bidang property. Saya pribadi belum ada rencana untuk terjun ke dunia developer atau menjadi pengembang property, tetapi saya tentunya akan menjadikan property sebagai aset investasi, baik sebagai aset portfolio maupun aset cashflow.

 

Semoga insight di atas bermanfaat. Happy Productive!

Please follow and like us:
error

3 thoughts on “Belajar dari Denny Santoso, Albert Leonardo, Bong Chandra, Ishak Chandra dan Ronald Cassidy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.