Bagaimana Cara Menciptakan Keberuntungan ?

Ah, dia mah hoki. Kebetulan aja dia ada disana pas timingnya tepat.”

Si A mah beruntung aja. Kalau dibandingkan dengan si B jelas si B lebih pintar.

Aduh, kok sial banget yah prospek gak ada yang berhasil. Kenapa si X hoki banget ketemu orang yang memang lagi butuh produknya.”

Si Z kok beruntung banget yah pas atasannya resign langsung naik jabatan. Padahal si Y sudah kerja jauh lebih lama tapi atasannya gak resign2

Pernah mengalami kejadian kayak contoh di atas gak? Ketika nasib sepertinya lebih memihak si A daripada si B, atau ketika seseorang merasa sudah berusaha tetapi sepertinya nasib belum memihak. Si A begitu telepon customer langsung direspon baik, sedangkan si B dengan sales script yang sama uda telepon 10 customer tetapi ditolak semua, whyyy ?! Kenapa si A begitu beruntung dan si B selalu kurang beruntung ?

Faktor “Luck” memang tidak terelakkan dalam semua bidang kehidupan kita, apalagi dalam karir dan bisnis. Apakah ini yang namanya nasib? Apakah si A memang sudah terlahir lebih beruntung daripada si B? Apakah zodiak sedang memihak si A dan si B tahun ini lagi bernasib buruk? Ataukah ini yang namanya karma baik dan karma buruk sedang berbuah?

bagaimana menciptakan nasib baik

Pertama, jangan salah mengartikan karma sebagai suatu alasan yang dengan pasrah kita terima dan tidak berbuat apa-apa lagi. Karma adalah hasil dari perbuatan, bukan “nasib mutlak” yang anda tidak bisa ngapain-ngapain lagi karena menganggap sudah takdir. Kedua, keberuntungan itu ternyata bisa diciptakan. Malahan, keberuntungan itu kita ciptakan sendiri. Loh, kok bisa?

Bagaimana cara menciptakan keberuntungan ? Bagaimana si B yang tadinya menganggap dirinya selalu bernasib buruk bisa mengubah nasibnya menjadi beruntung?

Pada dasarnya, keberuntungan adalah Persiapan bertemu dengan Peluang.

Luck = Preparation + Opportunity

cara menciptakan keberuntungan

Preparation

Mari kita bahas tentang ‘persiapan’ dulu. Misalnya atasan anda tiba-tiba resign dan butuh orang untuk menggantikan posisinya. Jika anda sudah memiliki persiapan yang matang untuk mengisi posisinya, maka anda akan naik jabatan. Orang lain akan berkata bahwa anda beruntung karena atasan anda resign. Itu berarti anda hanya akan beruntung jika anda sudah memiliki persiapan yang baik. Kalau kualitas anda tidak memadai, mau 5x atasan anda resign juga anda tidak akan mengisi posisinya kan.

Contoh lainnya, misalnya anda sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk sebuah skill. Nah, ketika anda bertemu orang yang sedang mencari partner bisnis yang memiliki skill yang anda kuasai, anda bisa langsung melengkapinya dan deal deh sebuah proyek besar. Anda akan digosipkan sebagai orang yang beruntung karena bisa bertemu dengan Mr Boss, padahal jika anda tidak mempersiapkan diri dengan baik kan tidak mungkin deal?

Begitu juga misalnya ketika anda kurang persiapan pada saat ketemu seseorang yang ternyata adalah hot prospect yang moodnya sedang baik dan mau bergabung tetapi anda tidak membawa form. Mungkin besok-besok moodnya tidak lagi sebaik sebelumnya dan terakhir anda merasa di-PHP?

Opportunity

Bagaimana jika sudah penuh persiapan tetapi peluang / kesempatan tidak kunjung datang ? Kalau persiapan merupakan faktor teknis yang bisa diciptakan / dilatih secara sadar, bagaimana dengan peluang?

Kabar baiknya, peluang juga bisa diciptakan. Peluang akan datang jika kita mengizinkannya untuk datang dan kita harus peka untuk mengidentifikasi sebuah peluang. Peluang bisa saja sering datang tetapi karena kurang peka, peluang itu lewat begitu saja. Peluang bisa juga datang tetapi sebagian orang yang cenderung berpikiran negatif menganggapnya tidak mungkin adalah sebuah peluang yang bagus sehingga lagi-lagi lewat begitu saja. Peluang sebenarnya ada dimana-dimana. Namun, dibutuhkan kepekaan untuk melihat peluang dan pikiran positif untuk menerimanya. Disinilah seninya.

Seni menciptakan peluang adalah bagaimana kita melatih indera kita supaya peka melihat peluang, bagaimana kita memiliki pikiran positif dan optimis untuk menerimanya sebagai peluang. Orang yang cenderung berpikir negatif akan menyia-nyiakan peluang karena selalu berpikir pasti ada udang dibalik batu. Ya padahal kan bagus sih dapat makan udang lobster yang lezat di balik batu, lol. Selain itu, kita juga dapat mendatangkan lebih banyak peluang dengan membuka diri dan meminta kepada Tuhan agar selalu diberikan peluang. Kalau berdoa mah semua orang juga tahu. Tapi tunggu dulu, doa itu beneran manjur jika anda tahu cara berdoa yang benar. Selain itu lagi, kita dapat meng-autosugesti kan diri kita sebagai orang yang selalu beruntung dengan peluang dimana-mana.

Jadi berikut ini adalah seni atau cara menciptakan peluang yang pada akhirnya akan menciptakan keberuntungan :

Cara-cara yang disebutkan di atas sebenarnya saling berhubungan. Pertama-tama, buatlah pikiran dan perasaan anda positif terlebih dahulu (baca : tips mengubah perasaan menjadi lebih baik). Dengan kepribadian yang positif, anda otomatis akan lebih peka melihat peluang. Ketika perasaan anda positif, energi positif anda akan lebih besar dan anda akan menarik hal-hal positif yang selaras dengan perasaan anda. Ketika energi anda besar, anda meminta kepada Tuhan untuk selalu diberikan banyak peluang dengan perasaan bersyukur, maka “your wish is your command.” Alam semesta akan mendatangkan apa yang anda minta jika frekuensinya pas apalagi jika energi anda besar (Law of Attraction bekerja). Energi itu bagaikan magnet. Semakin besar energi, semakin kuat magnet untuk menarik. Terakhir, ketika anda menanamkan di alam bawah sadar sebagai orang yang selalu beruntung, maka anda akan selalu menarik peluang-peluang yang anda inginkan karena anda menarik siapa diri anda (You don’t attract what you want, but you attract what you believe and who you are). Di alam bawah sadar, anda terhubung dengan zona Tuhan dimana ketika anda yakin bahwa anda adalah orang yang beruntung, doa anda akan selalu didengar dan akan selalu diwujudkan, Amin.

Cara menciptakan peluang seperti yang dijelaskan di atas hanya akan berhasil jika anda tidak memiliki resistance (pertentangan) di dalam diri anda. Banyak hal-hal yang dapat menjadi resistance untuk menarik hal-hal positif termasuk peluang, misalnya perasaan serakah, perasaan keterbatasan, perasaan kekurangan, dan sebagainya yang mungkin tidak disadari. Misalnya anda meminta kepada Tuhan untuk memunculkan peluang, tetapi perasaan anda sedang galau dan bawah sadar sedang menganggap bahwa tahun ini adalah tahun yang kurang baik, ya anda akan menarik apa yang anda yaini alias doa anda untuk mendapatkan peluang tidak akan dikabulkan karena adanya pertentangan itu. Maka dari itu, hal pertama sekali adalah buatlah pikiran dan perasaan anda menjadi positif seperti yang dijelaskan di atas sebagai langkah pertama.

seni menciptakan keberuntungan

Nah jadinya kalau kita sudah tahu cara menciptakan peluang, ditambah dengan persiapan yang baik, akhirnya Deal, terjadilah keberuntungan-keberuntungan yang akhirnya menjadi bernasib baik. Begitulah cara menciptakan keberuntungan dan semoga kita semua selalu diberkahi dengan keberuntungan (Luck).

Cheers to Good Life!

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download GRATIS! Ebook Dahsyat Exclusive
GRATIS - Dapatkan Ebook Dahsyat Exclusive "Kunci 8 Faktor Pemberdaya Kehidupan" untuk hidup lebih sukses !
We respect your privacy.